Ruangfakta.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal dan Tahun Baru 2026. Kegiatan sidak berlangsung pada Rabu (10/12/2025) pukul 08.40 WITA dan dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri., bersama jajaran Forkopimda dan instansi terkait.
Sidak ini diikuti oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, Asisten II Pemkot Samarinda H. Marnabas, perwakilan Kejaksaan Negeri Samarinda, Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda Rusdi Dovianto, perwakilan Kodim 0901/Samarinda, jajaran Polresta, Disperindag, Dishub, BPOM, Bank Indonesia, serta sekitar 30 peserta lainnya.
Rombongan memulai pemantauan di Pasar Merdeka, Jalan Merdeka, Kelurahan Sungai Pinang. Di pasar tersebut, sejumlah harga kebutuhan pokok terpantau stabil, tetapi beberapa komoditas seperti bawang merah dan cabai mengalami kenaikan.
Bawang merah terpantau dijual hingga Rp52.000 per kilogram, sedangkan cabai berada pada kisaran Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Beras berbagai jenis dijual pada harga Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram.
Selain itu, harga ayam potong mencapai Rp50.000 per ekor dengan berat 1,7 kilogram, sementara daging segar berada pada level Rp160.000 per kilogram dan daging beku Rp110.000 hingga Rp125.000 per kilogram. Harga ikan layang berkisar antara Rp38.000 hingga Rp45.000 per kilogram, sedangkan telur omega dijual Rp63.000 per piring.
Sidak dilanjutkan ke SPBU 64-75117 di Jalan Sentosa. Di lokasi tersebut, rombongan menemukan bahwa stok LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram dalam keadaan kosong. Adapun LPG 12 kilogram tersedia sebanyak 40 tabung dengan harga Rp210.000 per tabung.
Untuk LPG subsidi 3 kilogram, pasokan masih dalam proses pengiriman. Ketersediaan BBM di SPBU tersebut dilaporkan aman, dengan stok Pertamax sebanyak 11.847 liter, Pertalite 10.157 liter, Dexlite 8.949 liter, dan Solar 8.483 liter.
Pada kunjungan ke Indogrosir Samarinda, harga minyak goreng terpantau bervariasi. Produk Sanco dijual Rp42.000 per 2 liter, Filma Rp45.000, Tawon Rp37.850, Kunci Mas Rp38.350, dan Sonia Rp41.000. Sementara itu, beras merek 2 Jempol dibanderol Rp77.000 untuk kemasan 5 kilogram. Harga gula pasir tercatat Rp17.350 per kilogram, sedangkan Rose Brand dipasarkan Rp17.500 per kilogram.
Pemkot juga meninjau gudang Sub Divre Bulog Samarinda di Jalan Ir. Sutami, Kecamatan Sungai Kunjang. Bulog melaporkan bahwa stok beras medium mencapai 6.443.381 kilogram, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Samarinda hingga lima bulan ke depan.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyatakan bahwa secara umum ketersediaan bahan pokok di kota ini masih aman. Namun, ia mengakui bahwa terdapat fluktuasi harga pada komoditas cabai dan bawang merah yang dipengaruhi kondisi cuaca.
- Menurutnya, pemerintah akan mengambil langkah stabilisasi untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Cabai dan bawang merah menjadi komoditas yang terdampak karena kondisi cuaca. Kami akan berkoordinasi untuk menjaga stabilitas harga agar tidak membebani masyarakat,” ujar Saefuddin. Ia juga memastikan bahwa pasokan beras dalam negeri untuk kebutuhan kota Samarinda berada dalam kondisi mencukupi.
