Ruangfakta.com. SAMARINDA – Realisasi Program Gratispol Pendidikan yang jadi unggulan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji terus dibenahi. Gubernur juga terus membuka diri terhadap saran dan masukan, agar implementasi program itu semakin baik.

Tenaga Ahli Gubernur Kaltim Rusman Yaqub menjelaskan, sejauh ini yang dia amati, perdebatan yang muncul di tengah keberlangsungan program Gratispol Pendidikan hanya perdebatan teknis.

“Kalau kita lihat esensi, tujuan utama Gratispol itu sebetulnya final di publik, semua mneghendaki. Masalahnya persoalan teknis. Bahwa ada koreksi begitu, ayok,” kata Rusman di Samarinda

Menurut Rusman, Gubernur beserta Wakil Gubermur, akan terus terbuka dengan saran dan masukan, agar program itu berjalan semakin baik.

“Dan saya kira, Pak Gubernur dan Wagub, tidak dalam memposisikan diri tidak mau menerima masukan. Sangat terbuka (menerima saran dan masukan),” tegas Rusman.

“Pemberian Gratispol itu sampai sekarang ini masih dalam posisi selalu ingin memperbaiki tata kelola itu,” tambah dia.

Rusman kembali menegaskan, realisasi program kepala daerah tidak ada yang berjalan sempurna di awal-awal masa pemerintahan.

“Karena yang namanya kebijakan kan tidak ada yang bisa sim salabim langsung sempurna secara utuh. Karena itu kan dinamis,” jelas Rusman. (adv)