Ruangfakta.com. SAMARINDA –
Unjuk rasa damai di depan Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Samarinda, hari ini terasa berbeda. Seperti nuansa budaya dan kemanusiaan dari massa Drupadi Baladika Mulawarman Kalomantan Timur.
Kali ini ada lebih dari 1.500 orang dari berbagai kabupaten dan kota memadati kawasan depan kantor Gubernur. Mereka berpakaian adat Nusantara, menarik perhatian masyarakat pengguna jalan.
Selain tarian daerah, mereka juga menonjolkan simbol-simbol budaya, mengingatkan pentingmya persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman di Kalimantan Timur.
“Semua adat ada di sini. Lewat pentas seni ini kami ingin menyampaikan bahwa meskipun kita berbeda-beda, tapi tetap satu dan harus tetap menjaga kedamaian,” kata Ketua Drupadi Baladika Kaltim, Lilis Latif, kepada wartawan di sela aksi.
Bahkan, mereka tidak hanya menggelar pertunjukan budaya, melainkan juga membagikan sekitar 1.000 bunga mawar kepada pengguna jalan yang melkntae di depan kantor Gubernur.
Menurut Lilis, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara, namun sudah semestinya disampaikan secara tertib dan damai.
“Jangan sampai ada provokator yang justru memecah belah dan membuat situasi menjadi tidak kondusif,” ujar Lilis.

Lilis menekankan seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga suasana kondusif Kalimantan Timur.
“Yang paling penting adalah bagaimana Kaltim tetap damai dan masyarakatnya tetap bersatu. Kita tentu berharap Kaltim kelak bisa menjadi daerah yang lebih baik lagi,” sebut Lilis.
Sekretaris Drupadi Baladika Mulawarman, Ese, menyebut pembagian bunga mawar dilakukan sebagai simbol ajakan damai, di tengah maraknya aksi demonstrasi belakangan ini.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi, dan tetap fokus pada tujuan penyampaian aspirasi,” kata Ese.
“Kami netral dalam menanggapi semuanya. Kami turut prihatin atas kondisi yang terjadi. Meski begitu kami percaya semua memiliki tujuan baik untuk Kalimantan Timur,” imbuh Ese. (adv)
