Ruangfakta.com. TENGGARONG –Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperkuat pemerataan layanan kesehatan hingga wilayah paling pelosok. Salah satunya dengan menyiapkan skema penugasan khusus dokter untuk Puskesmas Tabang, kecamatan yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan memiliki tantangan geografis dalam pemenuhan tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara Ismi Mufidah mengatakan, kekosongan dokter di Puskesmas Tabang menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Kesehatan kini menyiapkan sejumlah opsi agar tenaga dokter bersedia ditempatkan di wilayah tersebut.

Salah satu skema yang disiapkan ialah penugasan khusus dengan dukungan penganggaran daerah.

“Dinas Kesehatan Kukar akan mencari pola, agar ada dokter yang mau bertugas disana, upayanya dengan penugasan khusus,” ucap Kadinkes Kukar, Ismi Mufidah, Senin (28/9).

Menurut dia, formasi dokter penugasan khusus akan dibuka untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Tabang. Selain tenaga yang direkrut melalui pemerintah daerah, peluang penempatan dokter dari program pemerintah pusat juga terbuka.

Dokter yang memperoleh penugasan dari pemerintah pusat dan pembiayaannya bersumber dari APBN, kata Ismi, juga dapat ditempatkan di Tabang apabila bersedia mengabdi di wilayah tersebut.

Insentif menjadi perhatian

Ismi mengatakan, salah satu tantangan dalam penempatan dokter di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan adalah aspek kesejahteraan tenaga kesehatan. Besaran penghasilan perlu disesuaikan dengan tantangan dan beban penugasan di wilayah terpencil.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kukar mempertimbangkan pemberian penghasilan yang berbeda bagi dokter yang bertugas di wilayah terjauh dibandingkan dengan dokter yang bertugas di kawasan perkotaan.

“Pasti akan kita pertimbangkan pendapatan, yang mengabdi di daerah terjauh,” jelasnya.

Penyesuaian penghasilan bagi dokter dengan skema penugasan khusus tersebut mulai diusulkan dalam pembahasan anggaran, baik melalui APBD Perubahan 2026 maupun APBD 2027.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas pemerataan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perkotaan.

Layanan tetap berjalan

Meskipun pengisian dokter di Puskesmas Tabang masih dalam proses, Dinas Kesehatan Kukar memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan.

Dinkes Kukar mengoptimalkan dukungan tenaga kesehatan dari fasilitas pelayanan kesehatan lain, termasuk Puskesmas Ritan yang telah memiliki dokter. Dukungan tersebut dilakukan agar kebutuhan pelayanan masyarakat Tabang tetap dapat dipenuhi selama proses pengisian dokter berlangsung.

Ismi mengatakan, pelayanan di puskesmas kini juga telah diperkuat dengan penerapan layanan selama 24 jam, termasuk di Puskesmas Ritan.

“Dan sekarang layanan di puskesmas sudah 24 jam, termmasuk di puskesmas Ritan. Prinsipnya layanan kesehatan bagi masyarakat jangan berhenti. Dokter yang ada di Ritan membantu di puskesmas Tabang,” pungkasnya.(red/ADV05)