Ruangfakta.com. TENGGARONG — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meminta pejabat yang baru dilantik segera bekerja dan mempercepat pelaksanaan program pemerintah daerah. Para pejabat dihadapkan dua tugas utama, yakni menuntaskan target kinerja 2026 dan menyiapkan perencanaan pembangunan untuk 2027 di tengah penurunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Pesan tersebut disampaikan Aulia saat melantik sejumlah pejabat manajerial, administrator, fungsional, dan pengawas di Pendopo Bupati Kukar, Tenggarong, Jumat (2/10/2026). Pelantikan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, para asisten, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Aulia menyampaikan selamat kepada para pejabat yang mendapat amanah baru. Dia berharap pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kinerja birokrasi sekaligus mempercepat realisasi 17 Program Dedikasi dalam visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik.

Menurut dia, para pejabat tidak perlu berlama-lama dengan kegiatan seremonial setelah pelantikan. Proses serah terima jabatan diharapkan segera dilaksanakan agar seluruh pejabat dapat langsung menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Saya berharap jangan terlalu lama menggelar kegiatan seremonial. Kita harus bekerja cepat karena ada 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang harus dijalankan di masing-masing perangkat daerah,” ujar Aulia.

Dia menekankan, inisiatif dan kemampuan mencari solusi menjadi hal penting bagi setiap pejabat, terutama dalam menghadapi tantangan pelaksanaan program menjelang akhir tahun anggaran. Setiap perangkat daerah diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

Aulia menyebutkan, terdapat dua agenda besar yang harus menjadi perhatian para pejabat. Pertama, memastikan target kinerja tahun 2026 dapat tercapai dalam sisa waktu yang tersedia. Kedua, mempersiapkan perencanaan program dan kegiatan untuk tahun anggaran 2027 agar pelaksanaannya lebih terarah.

“Tugas berat kita saat ini adalah mencapai kinerja tahun 2026 yang tinggal beberapa bulan lagi, sekaligus merencanakan pekerjaan untuk 2027. Karena itu, dibutuhkan pemikiran aktif dan kemampuan mencari solusi bersama tim di masing-masing OPD,” katanya.

Di sisi lain, Aulia mengakui penurunan APBD menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak membatasi kreativitas dan inovasi para pejabat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dia mendorong setiap OPD untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga maupun memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah. Dengan demikian, sejumlah program tetap dapat dilaksanakan secara efektif tanpa sepenuhnya bergantung pada pembiayaan APBD.

Aulia juga mengingatkan agar setiap perangkat daerah lebih selektif dalam menyusun kegiatan dengan mengutamakan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Menurut dia, keberhasilan pemerintahan tidak ditentukan oleh kinerja individu semata, melainkan oleh kemampuan membangun tim yang solid dan saling mendukung.

“Kukar tidak membutuhkan super hero, tetapi membutuhkan tim yang solid. Karena itu, bangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan kepala OPD agar seluruh program dapat berjalan selaras,” tuturnya.

Dia menambahkan, komunikasi terbuka antara pimpinan dan jajaran menjadi salah satu kunci penyelesaian persoalan dalam organisasi. Para pejabat diminta tidak ragu menyampaikan kendala, memberikan masukan, maupun menawarkan solusi apabila menemukan hambatan dalam pelaksanaan tugas.

Aulia menegaskan, hubungan kerja yang baik tidak harus menghilangkan ruang untuk menyampaikan perbedaan pandangan. Setiap pejabat diharapkan berani menyampaikan pendapat berdasarkan kompetensi, pertimbangan profesional, dan hati nurani demi kepentingan organisasi serta masyarakat.

“Memang tidak selamanya atasan selalu benar. Yang terpenting adalah saling berkomunikasi dan berkoordinasi. Kalau ada masalah, sampaikan dan jangan diam agar persoalan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Aulia juga menegaskan bahwa pelantikan yang dilaksanakan merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi, bukan penurunan jabatan. Dia berharap para pejabat dapat menerima amanah tersebut dengan sikap profesional dan menjadikannya kesempatan untuk meningkatkan kontribusi dalam pembangunan daerah.

Para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menerjemahkan arah kebijakan pemerintah daerah ke dalam program kerja yang terukur, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran.

“Jika ada hal yang tidak sesuai dengan ilmu dan hati nurani, silakan sampaikan jawaban dan saran kepada kami. Bapak dan ibu merupakan pelaksana program Kukar Idaman Terbaik,” kata Aulia. (ADV/RF)