Ruangfakta.com. TENGGARONG — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berupaya meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan secara bertahap. Selain memberikan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, DLHK juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sebelum dibuang.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Bahan Berbahaya Beracun (B3) DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, mengatakan saat ini terdapat lebih dari 600 petugas kebersihan yang bertugas menjaga kebersihan wilayah Kukar.

“Kita wujudkan program kesejahteraan bagi petugas kebersihan secara bertahap,” kata Tri Joko, Sabtu (10/10).

Dia menjelaskan, para petugas tidak hanya menerima gaji, tetapi juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. DLHK turut mengupayakan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta memberikan pakaian dan perlengkapan kerja untuk mengurangi risiko kecelakaan saat bertugas.

Meski demikian, jumlah petugas kebersihan yang tersedia saat ini dinilai masih belum mencukupi kebutuhan di lapangan. Karena itu, DLHK Kukar berencana menambah tenaga kebersihan pada tahun depan.

“Dengan jumlah sebanyak itu, juga dirasa masih kurang. Tahun depan kita rencanakan rekrut tenaga kebersihan,” ujarnya.

Petugas Terluka akibat Pecahan Kaca

Di sisi lain, DLHK Kukar mengingatkan masyarakat agar membiasakan diri memilah sampah sebelum membuangnya. Langkah tersebut penting untuk melindungi petugas kebersihan dari risiko cedera saat mengangkut sampah.

Tri Joko mengungkapkan, belum lama ini seorang petugas mengalami luka pada tangan hingga harus mendapatkan jahitan setelah terkena pecahan kaca yang tercampur di dalam kantong plastik sampah.

Menurutnya, insiden tersebut terjadi karena sampah tidak dipilah terlebih dahulu. Pecahan kaca dicampur dengan sampah basah maupun jenis sampah lainnya sehingga membahayakan petugas ketika melakukan pengangkutan.

“Masalah utamanya, warga yang membuang sampah tidak melakukan pemilahan terlebih dahulu. Pecahan kaca dimasukkan satu plastik dengan limbah sampah basah atau lainnya. Karena aturannya, tidak boleh pecahan kaca disatukan,” jelasnya.

Dia meminta masyarakat mengumpulkan pecahan kaca secara terpisah dan tidak mencampurnya dengan sampah rumah tangga lainnya. Jika jumlahnya sudah banyak, masyarakat dapat menghubungi DLHK Kukar agar sampah tersebut diangkut secara terpisah.

Selain pecahan kaca, pakaian dan kasur bekas juga termasuk sampah spesifik yang memerlukan penanganan tersendiri.

“Baju bekas, kasur bekas itu bagian dari sampah spesifik. Silakan hubungi kami, nanti ada petugas yang mengangkut sampah tersebut,” katanya.

Tri Joko menegaskan, edukasi mengenai pemilahan sampah akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan aman bagi petugas kebersihan.

“Edukasi ke masyarakat memilah sampah akan terus digiatkan,” tegasnya.

Bupati Apresiasi Pasukan Merah Putih

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengapresiasi kerja keras pasukan kebersihan yang dikenal sebagai Pasukan Merah Putih Kukar. Dia berpesan agar para petugas terus menjaga kekompakan dan saling menguatkan dalam menjalankan tugas.

“Pemkab akan berusaha memastikan eksistensi Pasukan Merah Putih di Kukar,” ujar Aulia dalam kegiatan bersama para petugas kebersihan beberapa waktu lalu.

Pemerintah Kabupaten Kukar berharap upaya peningkatan kesejahteraan petugas dan edukasi pemilahan sampah dapat berjalan beriringan. Dengan begitu, kebersihan lingkungan tetap terjaga dan keselamatan petugas yang bekerja di lapangan semakin diperhatikan.(Red/ADV)