Ruangfakta.com. TENGGARONG – Program Magang Nasional menjadi salah satu peluang bagi lulusan baru di Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum memasuki dunia profesional.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan pengalaman kerja masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi pencari kerja lokal saat mengikuti proses rekrutmen perusahaan.

Ia mencontohkan pelaksanaan bursa kerja pada 13–14 Juli 2026 di PKL Kukar. Saat itu, sejumlah pencari kerja disebut kesulitan melanjutkan tahapan seleksi karena belum memiliki pengalaman yang dibutuhkan perusahaan.

“Ketika mengikuti job fair, banyak tenaga kerja lokal yang tidak dipanggil untuk tahapan wawancara karena belum memiliki pengalaman. Program magang ini bisa menjadi jembatan sebelum mereka benar-benar masuk ke dunia kerja,” ujar Dendy di Tenggarong, Rabu (14/10/2026).

Melalui program tersebut, peserta akan mendapatkan pengalaman kerja langsung selama enam bulan dengan pendampingan mentor dari perusahaan. Bidang pekerjaan yang tersedia dapat mencakup desain grafis, pembuatan konten, hingga penyusunan dokumen hukum, sesuai kebutuhan penyelenggara magang.

Peserta yang lolos seleksi juga memperoleh uang saku setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kukar, yang disebut berada di kisaran Rp3,9 juta per bulan, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan program. Perusahaan menyediakan mentor dan makan siang bagi peserta.

Menurut Dendy, masa magang juga dapat menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menilai kemampuan dan etos kerja peserta sebelum mempertimbangkan perekrutan setelah program selesai.

“Ini pintu awal untuk masuk ke dunia kerja. Walaupun statusnya masih magang, tunjukkan dedikasi selama enam bulan. Kalau disiplin, sikap, dan kinerjanya bagus, tentu ada peluang perusahaan merekrut,” katanya.

Untuk memperluas kesempatan tersebut, Distransnaker Kukar mulai mempersiapkan pelaksanaan Program Magang Nasional Batch 3 dengan menyurati 220 perusahaan agar berpartisipasi sebagai penyelenggara.

Langkah itu diambil setelah pelaksanaan Batch 2 di Kukar hanya melibatkan lima instansi atau perusahaan dengan sekitar 20 jabatan.

Dendy mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Perkebunan, DPMPTSP, serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperluas sosialisasi program kepada perusahaan sesuai sektor usaha masing-masing.

Program ini menyasar lulusan diploma dan sarjana yang masa kelulusannya belum lebih dari satu tahun berdasarkan tanggal ijazah. Calon peserta wajib memiliki akun Siap Kerja Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengakses Magang Hub dan mendaftar pada lowongan yang sesuai dengan kompetensi serta latar belakang pendidikan.

Distransnaker Kukar berharap semakin banyak perusahaan berpartisipasi dalam Batch 3 sehingga pilihan bidang magang semakin luas dan kesempatan lulusan baru memperoleh pengalaman kerja semakin terbuka.(Red/Adv)