Ruangfakta.com, TENGGARONG– Kendala penerbitan dan pengurangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi realisasi investasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2025.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, mengatakan sejumlah perusahaan pertambangan menghadapi hambatan dalam mengembangkan usaha karena persoalan RKAB.
Sebagian perusahaan belum mendapatkan persetujuan RKAB, masih menunggu penerbitan, atau mengalami pengurangan kuota. Kondisi tersebut berdampak pada rencana pengembangan kegiatan usaha mereka.
“Berarti itu saat ini ada yang RKAB tidak terbit, masih menunggu RKAB, ada yang dikurangi dan sebagainya. Sehingga mereka dalam pengembangan usahanya juga agak terhambat,” ujar Alfian, Jumat (16/10/2026).
Hambatan tersebut turut menjadi perhatian karena sektor pertambangan merupakan salah satu kontributor investasi di Kukar. Ketika pengembangan usaha perusahaan terhambat, realisasi investasi daerah ikut terdampak.
Selain persoalan pertambangan, Alfian menyebut pergeseran aktivitas investasi ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga memengaruhi capaian Kukar. Sejumlah wilayah, terutama Samboja dan Muara Jawa, sebelumnya menjadi penyumbang investasi yang cukup besar.
“Pertama, ada beberapa wilayah atau daerah kita yang memang menyumbang banyak investasi, sekarang sudah pindah ke IKN,” jelasnya.
Secara keseluruhan, realisasi investasi Kukar pada 2025 berada di kisaran Rp12 triliun hingga Rp12,5 triliun, turun dibandingkan capaian 2024 yang mencapai sekitar Rp16 triliun.
Meski mengalami penurunan, realisasi tersebut masih melampaui target investasi 2025 yang ditetapkan sekitar Rp7,3 triliun. Pada 2024, target investasi Kukar sebesar Rp7 triliun juga terlampaui.
Alfian menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi bukan terletak pada kegagalan mencapai target tahunan, melainkan pada pertumbuhan investasi yang tidak mampu menyamai capaian tahun sebelumnya.
“Target tercapai, tetapi pertumbuhannya yang tidak tercapai,” katanya.(Red/Adv)
