Ruangfakta.com. TENGGARONG – Bantuan untuk korban kebakaran di Jalan AM Alimuddin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus berdatangan. Lurah Melayu, Muhammad Hafiz, mengapresiasi kepedulian masyarakat yang bergotong royong membantu warga terdampak musibah tersebut.

“ Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Kukar yang banyak membantu warganya,” ujar Hafiz, Jumat (9/10).

Menurut Hafiz, jumlah bantuan yang masuk ke posko kebakaran meningkat, terutama pada Jumat. Berbagai bantuan tersebut berasal dari masyarakat dan sejumlah pihak yang ingin meringankan beban para korban.

Pemerintah kelurahan memastikan bantuan yang terkumpul akan segera disalurkan kepada warga terdampak. Langkah ini dilakukan agar bantuan dapat langsung dimanfaatkan oleh 75 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran.

“Pasti kami serahkan langsung ke korban agar secepatnya bisa dimanfaatkan,” katanya.

Tingginya intensitas bantuan membuat petugas posko harus bekerja ekstra dalam melakukan pendataan dan penataan barang. Bahkan, ketika petugas masih menata bantuan yang sudah datang, bantuan baru kembali berdatangan.

Hafiz mengatakan, penyaluran bantuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan para korban agar barang yang diberikan benar-benar bermanfaat.

Dia juga menjelaskan, dapur umum yang sebelumnya disediakan untuk membantu kebutuhan konsumsi korban kebakaran telah dihentikan sementara sejak Kamis. Keputusan tersebut diambil karena para korban sudah berada di tempat penampungan atau tinggal sementara di rumah saudara dan kerabat.

Meski demikian, dapur umum masih berpeluang diaktifkan kembali apabila kondisi di lapangan membutuhkan dukungan tersebut.

Terkait bantuan pakaian bekas layak pakai, Hafiz menyebut persediaannya saat ini sudah menumpuk di aula Kelurahan Maluhu. Karena itu, dia mengimbau para donatur untuk sementara mengurangi pengiriman pakaian bekas dan memprioritaskan bantuan lain yang masih dibutuhkan korban.

“Prinsipnya kami tidak menolak orang yang mau bantu pakaian bekas. Namun, berdasarkan permintaan korban, untuk baju sudah cukup,” jelasnya.

Selain penanganan pascakebakaran, Hafiz menyoroti kondisi Jalan AM Alimuddin yang masuk kawasan rawan kebakaran. Wilayah tersebut dinilai memiliki kendala dalam mendapatkan pasokan air ketika terjadi kebakaran, sementara permukimannya cukup padat.

Pemerintah setempat berencana mengkaji langkah-langkah untuk memperbaiki sistem pengairan guna mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

“Kita rencanakan baik-baik untuk bisa memenuhi sistem pengairan cegah kebakaran di daerah sini,” tegas Hafiz.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah, turut mengakui bahwa bantuan dari masyarakat maupun pemerintah terus berdatangan untuk membantu warga terdampak kebakaran.

Dia menekankan pentingnya menyesuaikan jenis bantuan dengan kebutuhan korban. Menurutnya, bantuan berupa sembako serta kebutuhan makan dan minum menjadi prioritas yang perlu diperhatikan.

“Sembako dan keperluan makan minum itu sangat penting bagi korban,” ujar Isnaniah.

Pemerintah setempat berharap kepedulian masyarakat dapat terus membantu meringankan beban warga terdampak, sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. (Red/ADV)