Ruangfakta.com. TENGGARONG — Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama istrinya mengunjungi warga korban kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kamis (8/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Aulia juga menyerahkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

Kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut berdampak terhadap 70 keluarga atau 215 jiwa. Di antara warga terdampak terdapat 25 siswa sekolah dasar, delapan siswa SMP, delapan siswa SMA, dan enam mahasiswa.

Aulia menilai kebakaran tersebut merupakan salah satu kebakaran terbesar yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Menurut saya, ini kebakaran terbesar di Kukar,” kata Aulia saat meninjau lokasi.

Pemerintah Kabupaten Kukar menyalurkan sejumlah bantuan, antara lain 30 dus mi instan, empat set kompor gas, lima set perlengkapan memasak, sembako, air minum dalam kemasan, serta perlengkapan ibadah.

Selain bantuan dari pemerintah daerah, bantuan juga terus berdatangan dari masyarakat.

Aulia mengatakan, berdasarkan dialog dengan warga, kebutuhan yang paling mendesak saat ini bukan hanya bahan pangan, tetapi juga perlengkapan memasak. Pasalnya, sebagian besar warga kehilangan peralatan rumah tangga akibat kebakaran.

“Masaknya yang susah, perlengkapan memasak minim. Karena jika memasak bahan pangan tidak sempurna, justru tidak terolah dengan baik,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Aulia juga mengapresiasi keterlibatan sejumlah organisasi perangkat daerah dalam penanganan korban kebakaran.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Disdamkarmatan, BPBD, Dinsos, Kecamatan Tenggarong, dan Kelurahan Melayu yang telah mengawal dan memberikan perhatian kepada warga korban kebakaran di sini,” katanya.

Selain kebutuhan korban, persoalan lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah sistem distribusi air di kawasan Jalan AM Alimuddin. Kawasan tersebut dinilai rawan kebakaran karena berada di lingkungan padat penduduk dan memiliki kendala dalam distribusi air untuk penanganan kebakaran.

Aulia mengatakan, pemerintah daerah akan mencari solusi untuk memperbaiki sistem pengairan di kawasan tersebut. Salah satu opsi yang dibahas adalah pemanfaatan dana RT.

“Kita akan koordinasikan dengan Lurah Melayu untuk bisa memenuhi sistem pengairan warga, yang pembiayaannya bersumber dari dana RT,” kata Aulia.

Menurut dia, sistem pengairan yang memadai diperlukan terutama di kawasan padat penduduk yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Sementara itu, Lurah Melayu Muhammad Hafidz mengatakan pemerintah kelurahan bersama sejumlah instansi dan kelompok masyarakat telah mendirikan posko serta dapur umum bagi warga korban kebakaran RT 33.

Dapur umum disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum warga selama masa tanggap darurat. Penanganannya dilakukan bersama sejumlah instansi terkait dan kelompok masyarakat.

“Dapur umum dan posko akan kita aktifkan beberapa hari ke depan,” ujar Hafidz. (Red/adv)