Ruangfakta.com, SAMARINDA – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mulawarman (Unmul) 2025 menuai kritik dari kalangan akademisi internal kampus sendiri.
Herdiansyah Hamzah, dosen Fakultas Hukum Unmul yang akrab disapa Castro, menyoroti kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Timur dan perwakilan TNI dalam kegiatan yang semestinya menjadi momentum awal mahasiswa mengenal dunia akademik.
“Kalau Unmul ingin memelihara tradisi akademik, pelaksanaan PKKMB ini harus dikritik,” ujar Castro dalam pernyataannya di forum Senat Universitas dan sejumlah grup internal kampus.
“Katanya Wagub keynote speaker di PKKMB ya? Padahal bukannya ini kegiatan pengenalan kehidupan kampus, bukan pengenalan pejabat,” tambahnya.
PKKMB Unmul digelar di GOR 27 September, Selasa (5/8/2025), dan dihadiri oleh 6.426 mahasiswa baru dari 14 fakultas. Acara berlangsung meriah dengan sambutan pejabat, penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga aksi spontan dari peserta. Dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan keynote speech, memaparkan komitmen pemerintah dalam pembangunan SDM unggul serta program Gratispol, bantuan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) senilai Rp750 miliar tahun ini dan Rp2,7 triliun tahun depan.
Meski kebijakan itu mendapat sambutan positif dari sebagian mahasiswa, Castro menilai penyampaian visi pembangunan daerah oleh pejabat eksekutif tak semestinya menjadi agenda utama dalam PKKMB.
“Sayang sekali, saat pertama kali mahasiswa baru menginjakkan kaki di kampus, mereka sudah diajarkan ‘bermesraan’ dengan kekuasaan,” kata Castro. Ia juga mengkritik kehadiran TNI yang diwakili Kodam VI/Mulawarman dalam kegiatan tersebut.
“Ini jelas bentuk indoktrinasi. Kalau urusan cinta tanah air, saya lebih percaya rektor atau dosen-dosen pengajar kewarganegaraan dan Pancasila. Kalau soal kedisiplinan, kita bisa belajar dari tokoh sipil seperti Mohammad Hatta, tak harus dengan militer,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wagub Seno Aji menyampaikan bahwa kolaborasi antara Pemprov dan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya strategis menyiapkan generasi emas Kaltim. Ia juga meminta agar perguruan tinggi di Kaltim tidak menaikkan UKT agar program pendidikan gratis bisa berjalan maksimal.
PKKMB sebagai gerbang awal mahasiswa memasuki dunia kampus semestinya, menurut sejumlah pengamat pendidikan, menekankan nilai-nilai kritis, independensi akademik, dan semangat keilmuan, bukan sekadar ajang seremoni yang menampilkan pejabat negara atau simbol kekuasaan.
