Ruangfakta.co, SAMARINDA- Tiga dekade telah berlalu sejak para mahasiswa angkatan 1996 Jurusan Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul), menuntaskan masa perkuliahan yang penuh perjuangan.
Dari praktikum di laboratorium kayu, penelitian di hutan percobaan, kegiatan lapangan, hingga begadang menyelesaikan skripsi menjelang wisuda, semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang kini berubah menjadi kenangan berharga.
Mengusung tema “30 Tahun Bersama”, reuni ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi momentum untuk merayakan perjalanan panjang persaudaraan yang telah teruji oleh waktu dan jarak, para alumni angkatan 1996, Sabtu 15 Agustus 2026 di Rumah Ulin Arya.
Dari Bangku Kuliah ke Berbagai Penjuru
Setelah menyelesaikan pendidikan di Fahutan Unmul, para alumni angkatan 1996 menempuh jalan hidup masing-masing. Ada yang berkarier di Kementerian dan instansi kehutanan, berkecimpung di industri pengolahan kayu dan hasil hutan, menjadi Akademisi peneliti,Guru ,ASN ,membangun usaha, hingga mengabdikan diri di tengah masyarakat.
Beragam profesi dan perjalanan tersebut berawal dari tempat yang sama, bangku kuliah Teknologi Hasil Hutan Fahutan Unmul. Dari sana tumbuh semangat.pengetahuan, pengalaman, sekaligus kecintaan terhadap hutan dan hasil hutan sebagai bagian penting dari kehidupan.
Setelah tiga dekade berpencar mengejar cita-cita di berbagai kota dan daerah, reuni ini menjadi kesempatan istimewa untuk kembali duduk bersama, mengenang masa-masa kuliah, sekaligus menyaksikan perjalanan hidup teman-teman seperjuangan yang telah tumbuh dan berkembang di bidang masing-masing.
Pemilihan Rumah Ulin Arya sebagai lokasi reuni memiliki makna tersendiri. Ulin, kayu khas Kalimantan yang dikenal kuat dan tahan lama, menjadi simbol yang tepat bagi ikatan alumni Teknologi Hasil Hutan.
Seperti kayu ulin yang mampu bertahan menghadapi waktu, persaudaraan yang dibangun sejak bangku kuliah juga diharapkan tetap kokoh meskipun tiga puluh tahun telah berlalu.
Suasana kekeluargaan terasa sejak para alumni mulai berdatangan. Pelukan hangat, tawa, tegur sapa, serta cerita tentang keluarga, pekerjaan, dan kenangan lucu semasa kuliah menghidupkan kembali suasana persahabatan yang pernah terjalin di kampus.
Reuni 30 tahun ini menjadi ruang untuk mengenang kembali kebersamaan yang telah dibangun sejak masa perkuliahan, sekaligus mempererat silaturahmi yang selama ini tetap terjaga melalui komunikasi, grup percakapan, maupun pertemuan-pertemuan kecil.
”Kegiatan ini bukan hanya sekedar ajang Silaturahmi, saling bercerita pengalaman dan pengabdian, serta mengenang moment saat berkuliah di Unmul. Bahkan kami juga buat permainan ringan dan makan bersama, agar suasana semakin akrab,” sebut Ketua Panitia, Andi Sunandar.
Semangat kekeluargaan alumni Teknologi Hasil Hutan Fahutan Unmul angkatan 1996 tercermin dalam tema reuni, “Dulu Satu Perjuangan, Kini Satu Kenangan, Selamanya Satu Persaudaraan.”
Kalimat tersebut bukan sekadar tema. Ia menjadi gambaran perjalanan tiga dekade,tentang perjuangan yang pernah dilalui bersama, kenangan yang terus hidup, dan persaudaraan yang diharapkan tidak pernah berakhir.
Di penghujung kegiatan, para alumni berharap reuni ini tidak berhenti di moment ini, sebagai pertemuan terakhir. Diharapkan terus berlanjut melalui pertemuan-pertemuan berikutnya, yang lebih rutin serta berbagai kegiatan yang dapat memperkuat hubungan antar sesama alumni.
Lebih dari itu, kebersamaan angkatan 1996 diharapkan dapat menjadi energi untuk memberikan kontribusi positif bagi almamater Fahutan Unmul, dunia kehutanan, serta masyarakat luas.
Dan seperti ulin yang kokoh menopang rumah, semoga persaudaraan sesama alumni ini tetap kuat,menjadi rumah bagi kenangan, tempat kembali untuk bersilaturahmi, dan ikatan yang terus terjaga hingga generasi berikutnya.(*)
