Ruangfakta.com. TENGGARONG – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) bersilaturahmi ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Kamis (15/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk bertemu langsung dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin.
Gubernur Harum hadir bersama sang istri, Hj Sarifah Suraidah Harum. Kedatangan orang nomor satu di Kaltim itu disambut hangat oleh Sultan Aji Muhammad Arifin beserta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Usai pertemuan, Gubernur Harum mengatakan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari tabayyun sekaligus bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya yang dijunjung tinggi di Kalimantan Timur.
“Saya dilahirkan dari keluarga yang memiliki adat istiadat, tata krama, etika, dan sopan santun serta menjunjung tinggi budaya timur. Karena itu, saya datang langsung kepada Sultan untuk bertabayyun dan bersilaturahmi,” ujar Harum.
Ia menegaskan, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai kerajaan tertua di Indonesia memiliki peran penting dalam sejarah bangsa. Oleh karena itu, nilai adat, budaya, serta penghormatan kepada tokoh adat dan para tetua, khususnya Sultan Kutai, harus terus dijaga dan dilestarikan.
Menurut Harum, falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi pesan penting yang harus dipegang dalam setiap pelaksanaan kegiatan, termasuk acara kenegaraan.
Terkait insiden penataan protokoler dalam acara Presiden RI Prabowo Subianto di Balikpapan, Senin lalu, Harum menegaskan bahwa seluruh pihak harus mematuhi mekanisme dan aturan keprotokolan nasional yang berlaku.
Meski pengaturan acara tersebut bukan menjadi tanggung jawab keprotokolan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Harum tetap memilih datang langsung ke Sultan untuk menjelaskan situasi yang terjadi.
“Arahan dari Sultan akan kami sampaikan ke pusat agar menjadi bahan introspeksi, bagaimana sebaiknya tata cara menempatkan para raja dalam suatu acara yang dihadiri Presiden,” tegasnya.
Ke depan, Harum memastikan setiap kegiatan yang diselenggarakan Pemprov Kaltim akan memberikan perhatian khusus terhadap penghormatan kepada tokoh adat dan tokoh budaya yang hadir. Hal serupa juga akan disampaikannya kepada seluruh provinsi di Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin menyambut baik kunjungan Gubernur Kaltim. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan seluruh pihak dapat terus menjaga serta menghormati adat istiadat dan budaya.
“Kita berterima kasih juga kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah mengingatkan soal ini, bagaimana menempatkan posisi raja dalam sebuah acara,” ujar Sultan.
