KUTAI KARTANEGARA- Senin (28/9) Ibukota Kukar Kota Tenggarong sudah masuki usia ke-244 tahun. DPRD Kukar menggelar rapat paripurna agenda mendengarkan pidato Bupati Aulia Rahman Basri. Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Ahmad Yani.

‎Hadir juga Sultan Kukar Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin, Wabup Rendi Solihin, Sekda Sunggono, Forkopimda Kukar dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah(OPD) serta Camat, Lurah/Kades Kepala Sekolah, dan pemuda.

‎Bupati Aulia menyampaikan, sangat bersyukur kota Tenggarong sudah masuki usia 244 tahun. Kota ini sebagai wajah Kukar, tolak ukur pemerintahan,  layanan masyarakat, budaya dan keramahan ada di Tenggarong. Namun bukan hanya sekedar angka saja, tapi ada nilai lebih yang harus diwujudkan.

‎”Kalau hanya HUT sekedar angka, nantinya akan mengarah kepada kegiatan seremonial saja,” jelasnya.

‎Bupati menyebut, kondisi terkini, ruang fiskal Kukar alami efisiensi harus ekstra  hati-hati, pembangunan tidak bisa dilakukan secara bersamaan. Efisiensi keuangan bukan berarti semangat pembangunan memudar. Yang dibutuhkan kekompakan dan bersatu padu.

‎”Kenapa kota Tenggarong, bisa sampai usia ratusan tahun, karena selama ini kita kompak dan bersatu, antar elemen masyarakat,” sebut Bupati.

‎Dirinya yang menyampaikan pidato bersama Wabup Rendi Solihin mengucapkan terima kasih kepada Bupati terdahulu, seperti Syaukani HR, Rita Widyasari dan Edi Damansyah yang telah membangun pondasi Kukar menjadi lebih baik hingga sekarang ini.

‎Peringatan HUT Kota Tenggarong tahun ini, Manunggal Raja Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya. Pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tapi seberapa kuat pemerintah menjalankan program secara bersama-sama dengan rakyat.

“Penting juga memiliki budaya pembangunan, karena Kesultanan Kutai sudah membuktikan dengan tradisi ekspresi kebudayaan, Kukar semakin bergeliat pembangunannya,” pungkasnya.(Red/ADV04)