Ruangfakta.com, TENGGARONG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mengintensifkan edukasi gemar makan ikan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membantu menekan angka stunting.
Kepala DKP Kukar Muslik mengatakan, ikan memiliki kandungan protein tinggi yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi ikan perlu ditanamkan sejak dini.
“Kandungan protein pada ikan sangat tinggi jika dibandingkan dengan ayam,” kata Muslik, Kamis (15/10/2026).
Menurut dia, anak-anak perlu mendapat edukasi agar terbiasa mengonsumsi ikan, baik ikan laut maupun ikan air tawar. Untuk mendukung upaya tersebut, DKP Kukar bersama Dharma Wanita akan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan.
Muslik menilai, inovasi dalam pengolahan ikan juga diperlukan agar anak-anak lebih tertarik mengonsumsinya. Ikan dapat diolah menjadi berbagai makanan, seperti nugget, sosis, hingga bola-bola ikan, dengan bentuk dan rasa yang lebih disukai anak-anak.
Selain meningkatkan asupan gizi, kebiasaan makan ikan diharapkan dapat membantu menekan angka stunting di Kukar.
“Kami pernah berkecimpung dalam upaya menurunkan angka stunting. Ternyata berhasil dengan merutinkan anak mengonsumsi ikan,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Perhatikan Pengolahan Ikan
Muslik juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kebersihan dan kesegaran ikan sebelum diolah menjadi makanan. Penanganan ikan yang tidak tepat dapat memengaruhi keamanan pangan yang dikonsumsi keluarga.
Dia mencontohkan, bagian insang ikan patin perlu dibersihkan dan dibuang sebelum dimasak. Masyarakat juga diminta memastikan ikan masih dalam kondisi segar agar layak dikonsumsi.
“Insang patin itu penuh bakteri. Kalau memasak ikan patin, insangnya dibuang saja. Tingkat kesegaran ikan juga harus diperhatikan,” jelasnya.
Kukar Jadi Pemasok Ikan di Kaltim
Di sisi lain, Kukar memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan ikan di Kalimantan Timur. Produksi perikanan dari daerah tersebut tidak hanya dipasarkan untuk kebutuhan lokal, tetapi juga dikirim ke berbagai daerah di luar Kaltim.
Muslik menyebut Kukar masih dikenal sebagai salah satu daerah swasembada ikan. Bahkan, sejumlah produk perikanan dari Kukar telah menembus pasar luar negeri.
Salah satu produk yang dipasarkan hingga ke mancanegara adalah ikan asin. Produk tersebut dikirim ke sejumlah daerah dan negara, termasuk China, Taiwan, Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
“Apalagi bisnis ikan asin Kukar itu dikirim ke China, Taiwan, Jakarta, Surabaya, dan Bandung,” pungkasnya. (Red/ADV)
