Ruangfakta.com. SAMARINDA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terus menjalankan program pembekalan bagi calon tenaga kerja mandiri. Hingga Rabu (7/10/2026), program tersebut telah dilaksanakan di tiga kecamatan dan masih menyisakan dua kecamatan yang akan menjadi lokasi pembekalan berikutnya.

Kepala Bidang Perencanaan dan Penempatan Kerja Disnakertrans Kukar Darma Gumawang mengatakan, pembekalan telah dilaksanakan di Kecamatan Muara Wis, Kota Bangun, dan Loa Kulu.

”Sudah tiga kecamatan kita laksanakan program pembekalan, yaitu Muara Wis, Kota Bangun, dan Loa Kulu,” ujar Darma saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu.

Menurut Darma, jenis pembekalan disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang peserta. Materinya antara lain meliputi perbengkelan kendaraan ringan, pertukangan, perkayuan, serta pengolahan tembaga dan logam.

Pembekalan tersebut ditujukan untuk memperdalam keterampilan peserta yang sebelumnya telah memperoleh pengenalan dasar di bidang yang mereka minati.

Darma mencontohkan pelatihan perbengkelan kendaraan ringan di Sebemban, Kecamatan Muara Wis. Sebagian peserta merupakan lulusan sekolah menengah kejuruan yang telah memiliki pengetahuan dasar mengenai bidang perbengkelan.

”Seperti di Sebemban, Muara Wis, kita latih perbengkelan kendaraan ringan. Pesertanya lulusan sekolah kejuruan yang sudah mendapatkan pengenalan dasar bidang,” katanya.

Setelah pembekalan selesai, Disnakertrans Kukar memberikan bantuan peralatan sebagai penunjang agar peserta dapat langsung memulai usaha. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan usaha.

Menurut Darma, perkembangan usaha peserta juga diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Semakin berkembang usaha yang dirintis, semakin besar peluang usaha tersebut menyerap tenaga kerja.

”Semakin banyak yang bekerja, maka program Kukar Idaman Terbaik, siap kerja, sudah berjalan,” ujarnya.

Dua kecamatan yang masih menjadi sasaran pembekalan adalah Sebulu dan Tenggarong. Disnakertrans Kukar akan melakukan evaluasi untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai sasaran.

Evaluasi awal dilakukan selama tiga bulan. Pemantauan melibatkan pemerintah desa dan ketua RT di wilayah tempat peserta menjalankan usahanya.

Apabila usaha peserta menunjukkan perkembangan setelah tiga bulan, evaluasi akan dilanjutkan pada enam bulan berikutnya. Peserta yang membutuhkan tambahan modal akan diarahkan untuk mengajukan pembiayaan melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik di Bankaltimtara.

”Evaluasi lanjutan enam bulan. Jika biasanya membutuhkan modal, akan diarahkan untuk mengajukan Kredit Kukar Idaman Terbaik di Bankaltimtara sehingga usahanya bisa semakin berkembang,” kata Darma. (Red/adv)