Ruangfakta.com. SAMARINDA – APBD Kaltim 2026 ditetapkan Rp15,15 triliun, turun dibanding tahun 2025 senilai Rp21,74 triliun, imbas pemangkasan dana bagi hasil yang ditransfer ke daerah.

Namun di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Timur tetap tinggi juga menjadi prestasi pemerintahan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Berita resmi statistik yang dirilis 5 November 2025, IPM di Kaltim di angka 79,39 dan masuk kategori tinggi.

Penilaian itu disampaikan Zain Taufik Nurrohman, anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019. Zain bilang IPM demikian masuk prestasi yang cukup baik.

“Apalagi kan di tengah penurunan APBD yang bersumber dari dana transfer ke daerah, tapi kita masih mampu mempertahankan IPM kita. Saya pikir itu juga termasuk prestasi yang cukup bagus dari pemerintahan yang ada,” kata Zain di Samarinda.

Zain menerangkan, IPM 79,39 itu termasuk kategori tinggi di tingkatan nasional.

“Nah, itu kan menjadi gambaran dari capaian pembangunan yang ada saat ini. Memang, itu tidak bisa diklaim semata-mata dari pemerintahan yang ada ini,” ujar Zain.

“Karena namanya proses pembangunan itu kan berkelanjutan dari periode ke periode, dari kepemimpinan yang satu ke kepemimpinan yang lain,” tambah dia.

Namun demikian, lanjut Zain, keberhasilan Kaltim mempertahankan IPM juga menunjukkan keberhasilan.

“Tapi kemudian bahwa ini bisa bertahan, ini juga menggambarkan keberhasilan pemerintahan yang ada saat ini,” demikian Zain. (adv)