Ruangfakta.com, TENGGARONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerapkan distribusi obat berdasarkan kebutuhan masing-masing puskesmas. Langkah ini menjadi perhatian dalam pengadaan tambahan stok obat melalui APBD Perubahan 2026.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah, mengatakan jumlah obat yang disalurkan tidak dibagi rata ke seluruh puskesmas. Pengadaan dan distribusi mempertimbangkan laporan pemakaian obat serta jumlah kunjungan pasien di setiap fasilitas kesehatan.
“Obat yang diberikan disesuaikan dengan laporan penggunaan. Kalau kunjungan pasiennya banyak, kebutuhan obatnya juga bisa lebih besar. Jadi, distribusinya tidak sama rata, tetapi mengikuti kebutuhan masing-masing puskesmas,” jelas Ismi, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, setiap puskesmas melaporkan jumlah obat yang telah digunakan dan persediaan yang masih tersedia. Data tersebut menjadi dasar untuk mengevaluasi kebutuhan pengadaan berikutnya.
Melalui APBD Perubahan 2026, Dinkes Kukar memprioritaskan penambahan stok obat untuk seluruh puskesmas. Selain itu, anggaran perubahan juga mencakup pengadaan sejumlah alat kesehatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) untuk mendukung program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Untuk program di perubahan, yang menjadi prioritas adalah penambahan obat. Ada sedikit alat kesehatan untuk puskesmas, kemudian BMHP untuk Cek Kesehatan Gratis. Kalau yang lain tidak ada,” ujar Ismi.
Obat-obatan yang dibutuhkan puskesmas antara lain untuk menangani keluhan demam, batuk, pilek, dan diare. Obat untuk pasien dengan keluhan sesak napas juga disediakan sesuai kebutuhan pelayanan medis.
Ismi menegaskan, pemberian obat kepada pasien tetap mengacu pada hasil pemeriksaan dan diagnosis tenaga kesehatan agar penanganan sesuai dengan kondisi pasien.
Namun, Dinkes Kukar belum merinci besaran anggaran yang dialokasikan khusus untuk penambahan stok obat dalam APBD Perubahan 2026. Rincian pengadaan akan disesuaikan dengan perencanaan dan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) setelah ditetapkan.
Penambahan persediaan obat dan kebutuhan medis lainnya diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan perlengkapan pelayanan di puskesmas sesuai kebutuhan masyarakat.(Red/Adv)
