Ruangfakta.com, TENGGARONG – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat sektor ekonomi kreatif mulai diwujudkan melalui pembangunan gedung khusus yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk beragam aktivitas masyarakat.

Penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari Program Stimulus Ekonomi Kreatif, yang masuk dalam 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Kehadiran gedung ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi penyelenggaraan kegiatan kreatif sekaligus berbagai agenda publik.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyampaikan bahwa pembangunan gedung tersebut sudah diselesaikan. Dengan kondisi bangunan yang telah siap, pemerintah daerah kini tinggal menuntaskan tahapan peresmian sebelum fasilitas itu mulai digunakan.

Menurut Rendi, gedung tersebut telah memiliki sejumlah sarana penunjang kegiatan, termasuk panggung dan videotron. Kelengkapan itu membuat pemanfaatannya tidak terbatas pada aktivitas ekonomi kreatif, tetapi juga memungkinkan masyarakat menggunakannya untuk berbagai acara.

“Kalau melihat kondisi sekarang, bangunannya sudah selesai dan bagian dalamnya juga sudah dilengkapi fasilitas pendukung. Tinggal proses peresmian supaya masyarakat bisa segera memanfaatkannya,” jelas Rendi, Sabtu (31/10/2026).

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas tersebut juga dapat memberikan alternatif tempat bagi masyarakat yang ingin menyelenggarakan kegiatan berskala tertentu, termasuk resepsi pernikahan.

“Fasilitasnya sudah cukup bagus, ada panggung dan videotron. Jadi bukan hanya untuk kegiatan kreatif, masyarakat juga bisa memanfaatkannya untuk acara lain. Bahkan bisa menjadi pilihan lokasi untuk melaksanakan resepsi pernikahan,” ujarnya.

Meski demikian, Rendi mengingatkan bahwa masih ada beberapa kebutuhan yang harus ditangani sebelum gedung benar-benar difungsikan secara optimal. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kelengkapan sistem pengamanan bangunan.

Ia menyebut pengadaan sejumlah perangkat pengamanan belum terlaksana. Selain itu, terdapat persoalan kehilangan kabel yang perlu menjadi perhatian dalam persiapan operasional fasilitas tersebut.

“Masih ada beberapa kebutuhan pengamanan yang belum dipenuhi. Bahkan ada kabel yang sudah hilang, sehingga hal-hal seperti ini juga perlu diselesaikan sebelum gedung digunakan,” ungkapnya.

Melalui realisasi fasilitas tersebut, Pemkab Kukar berupaya menghadirkan dukungan infrastruktur bagi pengembangan ekonomi kreatif. Pengelolaan gedung nantinya juga memerlukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar pemanfaatannya dapat berjalan sesuai peruntukan.

Penyelesaian kebutuhan pendukung dan kesiapan pengelolaan menjadi tahapan penting agar investasi fasilitas publik tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar memberikan ruang aktivitas dan manfaat bagi masyarakat.(Red/Adv)