Ruangfakta.com, TENGGARONG – Kegiatan Samboja Bersholawat yang menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf berlangsung meriah di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (17/10/2026) malam. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pesta Laut Pesisir Nusantara itu dihadiri sekitar 2.500 orang.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang bersholawat dan doa bersama, acara ini juga diisi dengan penggalangan dana untuk membantu korban kebakaran di Tenggarong.

Rendi menyampaikan terima kasih kepada para ulama, tokoh masyarakat, pejabat, dan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemkab Kukar, saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir, alim ulama, tokoh masyarakat, pejabat, dan masyarakat dalam rangkaian Pesta Laut Pesisir Nusantara ini,” kata Rendi.

Dalam kesempatan itu, Rendi juga menyampaikan keprihatinan atas bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Timur serta kebakaran permukiman di Tenggarong yang menimbulkan korban jiwa.

Dia menyinggung kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya, Tenggarong, yang menyebabkan dua anak dan ayah mereka meninggal dunia.

“Kebakaran di Kartini Gang Karya Tenggarong, dua anak beserta bapaknya meninggal dunia,” ungkapnya.

Menurut Rendi, musibah tersebut menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Karena itu, penggalangan dana dalam kegiatan Samboja Bersholawat diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak, terutama keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Dia juga mengajak masyarakat mendoakan agar bencana kebakaran di Kalimantan Timur segera berakhir.

“Mari kita berdoa, musibah kebakaran di Kaltim segera berakhir,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Samboja, KH Saifuddin Marzuki, mengajak masyarakat memperbanyak istigfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Dia berharap doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan.

Saifuddin juga mengingatkan bahwa Pesta Laut Pesisir Nusantara tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial atau pelestarian tradisi. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial.

Menurut dia, para nelayan dapat mengambil hikmah dari kisah para nabi, terutama tentang rasa syukur, keikhlasan, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.

“Nelayan bisa mengambil kisah hikmah para nabi, yang selalu bersyukur dan ikhlas, rendah hati, serta memiliki kepedulian antarsesama masyarakat,” pesannya.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 23.00 Wita itu turut dihadiri Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Kepala Dinas Perhubungan Ahmad Junaidi, Camat Samboja Damsik, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Samboja Barat Tajjudin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Samboja, serta para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Samboja.(Red/Adv)