Ruangfakta.com, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 mencapai 5,18 persen, naik tipis 0,04 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kaltim Dr Yusniar Juliana dalam rilis resminya menyebutkan, angka tersebut menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar lima hingga enam orang yang belum memiliki pekerjaan.

“TPT merupakan indikator yang mencerminkan belum optimalnya penyerapan tenaga kerja oleh pasar kerja. Kenaikan ini relatif kecil, tetapi tetap menjadi perhatian dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja,” jelasnya, 5 November 2025

Pada Agustus 2025, TPT laki-laki tercatat sebesar 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT perempuan sebesar 5,13 persen. Dibandingkan Agustus 2024, pengangguran laki-laki naik 0,49 persen poin, sementara perempuan justru turun 0,78 persen poin. Jika dibandingkan dua tahun sebelumnya (Agustus 2023), pengangguran laki-laki meningkat 0,42 persen poin, sedangkan perempuan menurun lebih dalam sebesar 1,18 persen poin.

Dari sisi pendidikan, BPS mencatat bahwa pengangguran tertinggi masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan TPT sebesar 7,72 persen, disusul lulusan SMA dan Universitas. Sementara itu, TPT terendah terdapat pada lulusan SD ke bawah dengan angka 2,48 persen.

“Secara tahunan, peningkatan pengangguran terjadi pada tamatan SMA dan Universitas, masing-masing naik 0,38 persen poin dan 1,35 persen poin. Adapun penurunan terjadi pada lulusan Diploma (-3,91 persen poin), SMK (-0,54 persen poin), SMP (-0,41 persen poin), serta SD ke bawah (-0,14 persen poin),” jelas Dr Yusniar Juliana.

BPS juga mencatat jumlah penduduk usia kerja di Kalimantan Timur pada Agustus 2025 mencapai 3,12 juta orang, naik 13.806 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 2,08 juta orang (66,58 persen) tergolong sebagai angkatan kerja, sedangkan 1,04 juta orang (33,42 persen) masuk kategori bukan angkatan kerja.

Secara lebih rinci, jumlah penduduk bekerja mencapai 1,97 juta orang, sementara pengangguran sebanyak 107.674 orang. Dibandingkan Agustus 2024, total angkatan kerja berkurang 6.056 orang, dengan penurunan penduduk bekerja sebanyak 6.708 orang dan kenaikan pengangguran sebanyak 652 orang.