Ruangfakta.com, TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong aktivitas seni dan budaya melalui kegiatan ekspresi budaya di ruang publik.
Program ini melibatkan komunitas seni lokal untuk menjaga keberlangsungan kegiatan kebudayaan di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Mohammad Saidar, mengatakan kegiatan tersebut telah berjalan selama beberapa tahun dengan melibatkan komunitas seni di Tenggarong dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, pemanfaatan ruang publik menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang bagi komunitas lokal dalam menampilkan aktivitas seni dan budaya.
“Salah satu kegiatan yang mendukung program Bupati adalah ekspresi budaya. Karena itu, kami merencanakan kegiatan ekspresi budaya yang dilaksanakan di ruang publik,” ujar Saidar, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ekspresi budaya di antaranya berlangsung di Taman Musik Tenggarong dan Kecamatan Loa Kulu. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni setempat.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga berasal dari berbagai pihak. Di Tenggarong, kegiatan memperoleh bantuan anggaran dari bidang sejarah Disdikbud Kukar, sedangkan pelaksanaan di Loa Kulu mendapat dukungan dari pemerintah desa.
“Kegiatan ini sudah berjalan selama beberapa tahun. Jadi, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan komunitas-komunitas yang ada di Tenggarong dan sekitarnya,” kata Saidar.
Selain kegiatan ekspresi budaya, Disdikbud Kukar memiliki lima program di bidang kebudayaan, yakni pengelolaan kebudayaan, kesenian tradisional, pelestarian sejarah, permuseuman, serta pengelolaan permuseuman.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan dan pelestarian kebudayaan di Kukar. (Red/ Adv)
